Pandeglang | Radar Bansel
Kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan jajaran Polsek Sumur Polres Pandeglang. Bersama tenaga kesehatan dan unsur lintas sektor, personel Polsek Sumur turun langsung mendampingi penanganan Tiara Destiva (1), balita penyandang disabilitas yang menderita hidrosefalus di Kampung Sumur Adem, Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang.
Pendampingan dilakukan sebagai bentuk sinergi antara kepolisian, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan pendamping sosial untuk memastikan kondisi Tiara mendapat perhatian serta penanganan yang berkelanjutan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolsek Sumur AKP Erwin Heryadi, S.H., melalui Kanit Intel Polsek Sumur Aipda Dadan Somantri, mengatakan kehadiran personel Polsek Sumur merupakan wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya warga yang tengah menghadapi persoalan kesehatan.
“Kami hadir bersama tim kesehatan dan unsur terkait untuk melihat langsung kondisi anak tersebut. Kehadiran kami merupakan bentuk kepedulian sekaligus dukungan agar proses pendampingan dan penanganan berjalan dengan baik. Semoga dengan sinergi semua pihak, Tiara memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal,” ujar Aipda Dadan Somantri kepada Radar Bansel, Jumat (31/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Polsek Sumur diwakili Aipda Dadan Somantri selaku Kanit Intel dan Aiptu Ahmad Muhaimin selaku KSPKT. Mereka bergabung bersama tim UPT Puskesmas Kecamatan Sumur, TKSK Kecamatan Sumur Doni Sudoni, Bidan Desa Sumberjaya, tenaga gizi, perawat, serta unsur Pemerintah Desa Sumberjaya.
Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Kecamatan Sumur, Juriah, S.Si., mengatakan pihaknya langsung menginstruksikan jajaran Puskesmas untuk melakukan kunjungan rumah setelah menerima informasi mengenai kondisi Tiara.
“Saya sudah menginstruksikan dokter, bidan desa, ahli gizi, perawat, Kasubag TU dan staf untuk turun ke lokasi. Kami juga berkoordinasi dengan Pak Camat, Kapolsek, dan pemerintah desa agar penanganan dilakukan secara terpadu,” kata Juriah.
Berdasarkan laporan tim medis, Tiara mulai menunjukkan gejala hidrosefalus sejak usia sekitar tiga bulan. Setelah menjalani pemeriksaan lanjutan di RSUD Banten, dokter spesialis mendiagnosis adanya penumpukan cairan di otak sehingga dilakukan operasi pemasangan Ventriculoperitoneal (VP) Shunt.
Saat ini Tiara masih harus menjalani kontrol rutin ke RSUD Banten serta mengonsumsi obat secara berkala. Namun, keterbatasan ekonomi keluarga menjadi kendala karena biaya transportasi menuju rumah sakit sering kali memberatkan.
Di sisi lain, TKSK Kecamatan Sumur Doni Sudoni telah melakukan asesmen sosial dan berkoordinasi dengan Sentra Galih Pakuan Bogor untuk mengusulkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI). Bantuan yang diusulkan meliputi dukungan biaya pengobatan, susu, popok, sembako, stroller, kasur anak, perlengkapan bayi, hingga bantuan pemberdayaan ekonomi bagi keluarga.
Aipda Dadan Somantri berharap kepedulian yang ditunjukkan seluruh pihak dapat memberikan semangat bagi keluarga Tiara untuk terus menjalani proses pengobatan.
“Kami berharap Tiara segera memperoleh kondisi kesehatan yang lebih baik. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, terutama kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian dan pendampingan,” pungkasnya.
Pendampingan yang dilakukan Polsek Sumur bersama tenaga kesehatan dan pemerintah setempat menjadi bukti bahwa penanganan persoalan kemanusiaan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Sinergi tersebut diharapkan mampu memastikan Tiara memperoleh layanan kesehatan dan bantuan sosial secara berkelanjutan demi masa depan yang lebih baik.
(Red)







Komentar
Silakan login untuk berkomentar.