Pandeglang | Radar Bansel
Di usianya yang baru menginjak satu tahun, Tiara Destiva, balita asal Kampung Sumur Adem, Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, harus menjalani perjuangan berat melawan penyakit hidrosefalus. Meski telah menjalani operasi, Tiara masih harus rutin menjalani kontrol ke RSUD Banten, namun keterbatasan ekonomi keluarga membuat pengobatan berkala itu kerap terkendala.
Kondisi Tiara terungkap setelah Pendamping Rehabilitasi Sosial Doni Sudoni melakukan penelusuran dan asesmen menyusul informasi yang disampaikan ibu kandung Tiara, Eva Eviyanti, melalui media sosial.
Berdasarkan hasil asesmen, Tiara mulai mengalami kejang-kejang saat berusia sekitar dua bulan. Setelah menjalani pemeriksaan, tim medis mendiagnosis adanya penumpukan cairan di otak (hidrosefalus) sehingga harus menjalani operasi pemasangan selang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski tindakan operasi telah dilakukan, Tiara masih harus menjalani kontrol secara rutin ke RSUD Banten dan mengonsumsi obat dari RSUD Banten maupun RSUD Alinda Pandeglang. Selain itu, Tiara juga mengalami gangguan penglihatan sehingga memerlukan pendampingan dan perhatian khusus.
Orang tua Tiara mengaku biaya transportasi menuju rumah sakit menjadi kendala utama. Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuat jadwal kontrol terkadang harus ditunda.
Ayah Tiara, Tio Sukanto (26), bekerja sebagai teknisi jaringan internet dengan penghasilan sekitar Rp1,5 juta per bulan, sedangkan sang ibu, Eva Eviyanti (21), sehari-hari mengurus rumah tangga dan merawat Tiara.
Saat ini keluarga belum memiliki rumah sendiri dan masih tinggal bersama nenek Tiara. Dari hasil asesmen diketahui Tiara juga belum memiliki kasur khusus maupun stroller yang sesuai dengan kebutuhannya.
Pendamping Rehabilitasi Sosial Doni Sudoni mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Sumberjaya dan melakukan pengecekan data bantuan sosial. Keluarga Tiara diketahui telah menerima bantuan BLT Kesra serta terdaftar sebagai peserta BPJS PBI, Jumat (31/7/2026).
Meski demikian, Doni menilai Tiara masih membutuhkan dukungan lebih lanjut agar proses pengobatan dapat berjalan secara berkesinambungan.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Sentra Galih Pakuan Bogor untuk mengusulkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI).
Bantuan yang diusulkan meliputi dukungan pengobatan rutin, kebutuhan dasar seperti susu, popok dan sembako, pengadaan stroller, kasur bayi, pakaian dan perlengkapan anak, hingga bantuan pemberdayaan ekonomi bagi keluarga.
“Kami berharap berbagai pihak dapat memberikan perhatian kepada Tiara sehingga pengobatan dapat terus berjalan dan kebutuhan dasarnya dapat terpenuhi,” ujar Doni.
Kisah Tiara menjadi potret perjuangan keluarga kecil di Kecamatan Sumur yang terus berupaya memberikan harapan bagi buah hatinya di tengah keterbatasan ekonomi. Dukungan dari pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha, maupun masyarakat diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga agar Tiara memperoleh kesempatan menjalani pengobatan secara optimal dan tumbuh dengan lebih baik.
(Red)







Komentar
Silakan login untuk berkomentar.