Pandeglang | Radar Bansel
Di pelosok selatan Kabupaten Pandeglang, tepatnya di Kampung Cibongkok, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cibitung, berdiri sebuah madrasah swasta yang hingga kini masih berjuang dengan keterbatasan sarana dan prasarana. Selama enam tahun beroperasi, Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Durotun Nasihah mengaku belum pernah menerima bantuan pembangunan fisik dari pemerintah, sehingga seluruh proses pembangunan sekolah mengandalkan swadaya masyarakat.
Kondisi tersebut disampaikan Kepala MIS Durotun Nasihah, Asep, saat ditemui wartawan Radar Bansel, Rabu (6/8/2026). Menurutnya, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih serta penambahan ruang belajar yang layak bagi para siswa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sejak didirikan sekitar enam tahun lalu, kami belum pernah mendapatkan program pembangunan dari pemerintah. Semua pembangunan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat,” ujar Asep.
Ia menjelaskan, sekolah yang berdiri di atas lahan hibah masyarakat seluas sekitar 800 meter persegi itu saat ini memiliki 82 siswa dengan delapan tenaga pendidik, termasuk kepala sekolah.
Menurut Asep, ketiadaan sumur bor menjadi persoalan yang cukup serius. Para siswa kerap mengalami kesulitan memperoleh air bersih, terutama saat akan berwudu sebelum melaksanakan ibadah.
“Saya kasihan melihat anak-anak. Kalau mau berwudu sangat kesulitan karena belum memiliki sumur bor yang memadai,” katanya.
Selain itu, keterbatasan ruang belajar juga menjadi tantangan tersendiri. Dengan jumlah siswa yang terus bertambah, sekolah membutuhkan sedikitnya empat ruang kelas serta satu ruang guru agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih efektif dan nyaman.
“Kalau dihitung berdasarkan jumlah rombongan belajar, kami masih membutuhkan empat ruang kelas dan satu ruang guru. Saat ini fasilitas yang ada masih sangat terbatas,” jelasnya.
Asep berharap Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Pemerintah Provinsi Banten, Kementerian Agama, maupun para dermawan dapat memberikan perhatian terhadap kondisi sekolah tersebut. Menurutnya, peningkatan sarana dan prasarana pendidikan menjadi kebutuhan penting agar siswa di wilayah selatan Pandeglang memperoleh hak yang sama untuk belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan layak.
“Harapan kami, semoga ada perhatian dari pemerintah maupun para donatur untuk membantu pembangunan sekolah ini. Kami ingin anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan memiliki fasilitas yang memadai,” pungkasnya.
(Asrori)







Komentar
Silakan login untuk berkomentar.