Pandeglang | Radar Bansel
Masjid At-Taqwa di Kampung Kadu Sekul, Desa Sukamanah, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, terus menjadi pusat syiar Islam melalui kegiatan pengajian rutin mingguan yang diikuti masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat keimanan, memperdalam pemahaman ajaran Islam, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan bermasyarakat.
Pengajian yang digelar pada Minggu (9/8/2026) berlangsung khidmat dengan dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, aparatur desa, serta jamaah dari berbagai kalangan. Pada kesempatan tersebut, kajian mengangkat tema keteladanan Nabi Ibrahim AS sebagai sosok yang memiliki keimanan, kesabaran, dan ketaatan yang luar biasa kepada Allah SWT.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam tausiyahnya, Ustadz A. Hatami menyampaikan bahwa perjalanan hidup Nabi Ibrahim AS mengandung banyak hikmah yang patut dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, di tengah perkembangan zaman, umat Islam harus mampu menjaga akidah, memperkuat ibadah, dan tetap istiqamah dalam menjalankan syariat Allah SWT.
“Nabi Ibrahim AS mengajarkan kepada kita arti keikhlasan, kesabaran, pengorbanan, dan keteguhan iman. Nilai-nilai itu harus menjadi bekal setiap muslim agar tidak mudah goyah menghadapi berbagai ujian kehidupan. Pengajian seperti ini menjadi salah satu ikhtiar untuk meningkatkan kualitas keimanan sekaligus membentuk akhlak yang mulia,” ujar Ustadz A. Hatami.
Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk terus memakmurkan masjid, memperbanyak menghadiri pengajian, mempererat silaturahmi, serta menanamkan nilai-nilai Islam dalam lingkungan keluarga agar lahir generasi yang beriman, bertakwa, dan berakhlakul karimah.
Sementara itu, Kepala Desa Sukamanah, H. A. Awaludin, mengapresiasi semangat masyarakat yang secara konsisten mengikuti pengajian rutin di Masjid At-Taqwa. Menurutnya, kegiatan keagamaan memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang religius sekaligus memperkuat persatuan dan kebersamaan.
“Kami dari Pemerintah Desa Sukamanah sangat mendukung kegiatan pengajian rutin ini. Semoga Masjid At-Taqwa terus menjadi pusat syiar Islam, tempat masyarakat menimba ilmu agama, memperkuat keimanan, membangun akhlak mulia, serta mempererat tali persaudaraan antarwarga,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan desa tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik semata, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan mental dan spiritual masyarakat.
Karena itu, kegiatan pengajian rutin diharapkan terus berlangsung sebagai bagian dari upaya membentuk generasi yang religius, berkarakter, dan cinta terhadap ajaran Islam.
Pengajian berlangsung dalam suasana penuh kekhusyukan. Jamaah tampak antusias mengikuti materi hingga kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan tersebut menjadi cerminan kuatnya semangat persaudaraan dan kepedulian sosial di lingkungan Masjid At-Taqwa.
Melalui pengajian rutin ini, Masjid At-Taqwa tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pembinaan umat, pendidikan keagamaan, serta wadah memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Diharapkan, kegiatan ini terus menjadi inspirasi dalam membangun kehidupan yang harmonis, religius, dan penuh keberkahan.
(Red)







Komentar
Silakan login untuk berkomentar.