Pandeglang | Radar Bansel
Budidaya tanaman nilam di Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, kembali menunjukkan hasil yang menjanjikan. Setelah sebelumnya menjadi perhatian karena mengembangkan pola kemitraan antara petani, pelaku usaha, dan penyedia permodalan, kini salah seorang petani mitra berhasil meraup keuntungan bersih hingga Rp7,5 juta dari lahan seluas 700 meter persegi.
Keberhasilan tersebut diraih Kang Zen, petani asal Kampung Sembilan, Kecamatan Cibaliung, usai memanen tanaman nilam yang dibudidayakan di kawasan Pasir Salak. Nilai keuntungan tersebut merupakan hasil bersih setelah dikurangi seluruh biaya produksi, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga biaya transportasi hasil panen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Model kemitraan yang diterapkan dinilai mampu mengurangi beban modal petani. Dalam skema tersebut, petani memperoleh bibit, pendampingan teknis, hingga dukungan pemasaran sehingga dapat lebih fokus pada proses budidaya.
Pelaku usaha nilam yang mendampingi para petani, Kang Asep, mengatakan keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara petani dan pelaku usaha dapat menghasilkan manfaat nyata bagi kedua belah pihak.
“Kami ingin tumbuh bersama petani. Bibit kami sediakan tanpa biaya di awal, petani juga mendapat pendampingan sampai panen. Alhamdulillah hasilnya baik dan keuntungan benar-benar dirasakan petani. Ini membuktikan bahwa kemitraan yang sehat mampu meningkatkan produksi sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat desa,” ujar Kang Asep, Jumat (3/7/2026).
Sementara itu, Direktur PT Banten Agro Sejahtera, Ust. Dr. Jumardan Lori, S.Pd.I., M.Pd., menegaskan komitmennya untuk terus memperluas program pendampingan bagi petani nilam di wilayah Pandeglang.
Menurutnya, dukungan yang diberikan tidak hanya berupa bantuan modal, tetapi juga pendampingan mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga panen agar petani mampu memperoleh hasil yang maksimal.
“Kami ingin membangun ekosistem pertanian yang saling menguatkan. Ketika petani, pelaku usaha, dan penyedia permodalan berkolaborasi, manfaatnya akan langsung dirasakan masyarakat. Harapannya, model seperti ini bisa menjadi contoh dalam meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya di wilayah pedesaan,” katanya.
Keberhasilan panen tersebut menjadi angin segar bagi pengembangan komoditas nilam di wilayah selatan Pandeglang. Selain memiliki nilai ekonomi yang tinggi, tanaman nilam juga dinilai cocok dikembangkan sebagai alternatif sumber pendapatan masyarakat karena permintaan pasar minyak atsiri yang terus meningkat.
Ke depan, pola kemitraan ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak petani sehingga tidak hanya meningkatkan produksi nilam, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat ekonomi desa, dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
(IS).







Komentar
Silakan login untuk berkomentar.