Relokasi Kampung Bengkok Ditunda, Pemdes Mahendra Pilih Prioritaskan Kesiapan Warga

Rabu, 1 Juli 2026 - 08:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pandeglang | Radar Bansel

Pemerintah Desa Mahendra, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, memutuskan menunda rencana relokasi 18 rumah warga yang menempati kawasan Tanah Kas Desa (Tanah Bengkok) di Kampung Bengkok RT 02/RW 06. Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah desa kembali menggelar sosialisasi bersama masyarakat pada Senin (29/6/2026) sebagai tindak lanjut atas berbagai aspirasi dan masukan warga mengenai rencana penataan kawasan.

Dalam forum tersebut, Kepala Desa Mahendra, Ajen yang akrab disapa Idu Jaya Laksana, menegaskan bahwa pemerintah desa tidak akan memaksakan relokasi dan memilih mengedepankan kesiapan masyarakat sebagai dasar pelaksanaan program.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami memutuskan menunda rencana relokasi dalam waktu yang tidak terbatas. Pelaksanaannya akan menunggu kesiapan masyarakat. Semua kami kembalikan kepada warga, kapan pun mereka sudah merasa siap, barulah akan kami bahas kembali melalui musyawarah,” ujar Ajen.

Ia menjelaskan, sejak awal tujuan pemerintah desa bukan untuk menggusur warga, melainkan memfasilitasi perpindahan warga Kampung Bengkok Timur ke Kampung Bengkok Barat yang berada di kawasan Tanah Bengkok agar permukiman masyarakat berada dalam satu kawasan yang lebih tertata.

Menurutnya, penataan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Tujuan kami adalah memfasilitasi warga agar berada dalam satu kawasan. Dengan begitu pelayanan administrasi seperti pengurusan akta kelahiran, kebutuhan sekolah, kegiatan kemasyarakatan, hingga pelayanan kesehatan akan lebih mudah. Apabila ada warga yang sakit, mobil siaga desa juga lebih mudah menjangkau lokasi,” jelasnya.

Ajen mengakui polemik yang berkembang belakangan ini lebih disebabkan oleh miskomunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat mengenai maksud serta tujuan program relokasi tersebut.

“Yang terjadi sebenarnya adalah miskomunikasi antara masyarakat dengan kami di Pemerintah Desa Mahendra. Padahal niat kami adalah memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat, bukan untuk memberatkan apalagi merugikan warga,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa lahan Tanah Bengkok yang direncanakan dikosongkan nantinya akan dimanfaatkan untuk program penanaman tebu yang merupakan bagian dari program Kementerian Pertanian.

Menurut Ajen, program tersebut justru akan melibatkan masyarakat Kampung Bengkok sebagai pelaksana. Pemerintah akan memberikan dukungan berupa bibit, biaya operasional, serta pendampingan agar program tersebut mampu meningkatkan perekonomian warga.

“Program penanaman tebu itu berasal dari Kementerian Pertanian. Yang mengerjakannya tetap masyarakat Kampung Bengkok sendiri. Pemerintah menyiapkan bibit, bantuan operasional, serta pendampingan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa berdasarkan hasil evaluasi dan masukan masyarakat, pemerintah desa memutuskan menghentikan sementara seluruh tahapan relokasi hingga kondisi benar-benar memungkinkan.

“Dari hasil sosialisasi dan berbagai masukan masyarakat, kami memutuskan untuk menunda relokasi. Tidak ada batas waktu. Ketika masyarakat sudah siap, prosesnya akan kembali dibahas melalui musyawarah,” tegasnya.

Pemerintah Desa Mahendra berharap keputusan tersebut dapat menjadi solusi yang mengedepankan musyawarah dan kebersamaan, sekaligus meluruskan berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait rencana penataan kawasan Kampung Bengkok.
(IS)

Berita Terkait

Temuan K3 Ditindaklanjuti, PLN Tinggikan Jaringan Listrik di Margagiri
Polemik Aset BPP Cigeulis Bergulir, Korluh Saat Ini Belum Beri Penjelasan Substansi
612 KPM Margasana Terima 30 Kg Beras, Warga: Sangat Membantu di Masa Paceklik
Pemdes Banyubiru Tegaskan Bantuan Pangan Gratis, Tak Pernah Instruksikan Pungutan
Proyek Paving Block Kampung Karet Diduga Asal Jadi, Papan Informasi Sulit Dipahami Proyek Paving Block Kampung Karet Diduga Asal Jadi, Papan Informasi Sulit Dipahami
Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Warga Ciwangun Timur Diajak Teladani Akhlak Rasulullah
Dr. Dedy DJ, Amd, SE,SH,MH,CLA Hadiri Pelantikan Pengurus DPD PERADI Profesional DKI Jakarta Usung Tema “Bermutu, Beretika dan Berkarakter”
Momentum Kemerdekaan, Camat Cibitung Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kebersamaan
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 12:30 WIB

Temuan K3 Ditindaklanjuti, PLN Tinggikan Jaringan Listrik di Margagiri

Kamis, 10 September 2026 - 11:23 WIB

Polemik Aset BPP Cigeulis Bergulir, Korluh Saat Ini Belum Beri Penjelasan Substansi

Kamis, 10 September 2026 - 10:50 WIB

Pemdes Banyubiru Tegaskan Bantuan Pangan Gratis, Tak Pernah Instruksikan Pungutan

Senin, 7 September 2026 - 00:30 WIB

Proyek Paving Block Kampung Karet Diduga Asal Jadi, Papan Informasi Sulit Dipahami Proyek Paving Block Kampung Karet Diduga Asal Jadi, Papan Informasi Sulit Dipahami

Senin, 31 Agustus 2026 - 23:26 WIB

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Warga Ciwangun Timur Diajak Teladani Akhlak Rasulullah

Berita Terbaru

Uncategorized

HKTI Kabupaten Pandeglang Periode 2026-2031 Dipimpin TB. Udi Juhdi

Sabtu, 26 Sep 2026 - 16:57 WIB