Perangi TBC Hingga Pelosok, Puskesmas Cigeulis Hadirkan Inovasi GREBEK TB

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pandeglang | Radar Bansel

Sebagai upaya menekan angka penyebaran Tuberkulosis (TBC), UPT Puskesmas Cigeulis meluncurkan inovasi GREBEK TB (Gerakan Pemeriksaan Tuberkulosis) di Kampung Cimandahan, Desa Waringinjaya, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Rabu, 1/7/2026.

Program ini menjadi langkah nyata Puskesmas Cigeulis dalam meningkatkan deteksi dini kasus TBC, memperluas edukasi kepada masyarakat, serta memastikan setiap penderita memperoleh pengobatan yang tepat dan tuntas. Pelaksanaan program melibatkan petugas kesehatan, kader TBC, pemerintah desa, serta berbagai unsur masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala BLUD UPT Puskesmas Cigeulis, H. Endang Mulyadi, SKM, mengatakan Tuberkulosis masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang memerlukan perhatian serius. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia masih menempati peringkat kedua negara dengan kasus TBC terbanyak di dunia setelah India. Sementara itu, di Provinsi Banten, Kabupaten Pandeglang masih menjadi salah satu daerah yang terus berupaya menekan angka penemuan kasus maupun penularan penyakit tersebut.

Menurutnya, inovasi GREBEK TB merupakan strategi yang mengedepankan deteksi aktif di tengah masyarakat, sehingga penderita dapat segera ditemukan dan mendapatkan pengobatan sebelum menularkan kepada orang lain.

“GREBEK TB adalah langkah strategis kami untuk mengatasi penyebaran TBC di wilayah ini. Kami menyadari bahwa pencegahan dan pengendalian TBC memerlukan kerja sama lintas sektor serta keterlibatan aktif masyarakat. Melalui program ini, kami tidak hanya fokus pada edukasi dan pemeriksaan, tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk turut serta dalam upaya ini,” ujar H. Endang Mulyadi.

Ia menjelaskan, inovasi GREBEK TB mencakup berbagai kegiatan, mulai dari penyuluhan kesehatan kepada masyarakat, pemeriksaan dahak menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM), pelacakan kontak erat, hingga kunjungan rumah kepada kelompok yang berisiko tinggi terkena Tuberkulosis.

Selain itu, petugas kesehatan bersama kader TBC melakukan pemantauan secara intensif terhadap pasien agar menjalani pengobatan secara lengkap sesuai standar nasional. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah putus obat yang dapat menyebabkan resistensi bakteri TBC.

“Kami berharap melalui GREBEK TB, masyarakat lebih sadar akan bahaya TBC dan pentingnya menjalani pengobatan hingga tuntas. Kolaborasi dengan pemerintah desa, sekolah, tokoh masyarakat, serta berbagai komunitas akan semakin memperkuat upaya kami dalam menekan angka penyebaran TBC,” katanya.

Tidak hanya mengandalkan pendekatan lapangan, Puskesmas Cigeulis juga memanfaatkan teknologi digital melalui pembentukan Grup WhatsApp GREBEK TB. Media komunikasi tersebut digunakan untuk mempercepat penyampaian informasi, pelaporan dugaan kasus, konsultasi, hingga koordinasi antara petugas kesehatan, kader, dan masyarakat.

Sejak mulai diterapkan, program GREBEK TB menunjukkan perkembangan positif. Kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan meningkat, begitu pula jumlah kasus yang berhasil ditemukan dan segera mendapatkan pengobatan sesuai prosedur.

Ke depan, Puskesmas Cigeulis berkomitmen terus mengembangkan inovasi tersebut sebagai bagian dari percepatan eliminasi Tuberkulosis di wilayah kerjanya.

“Dengan semangat kebersamaan dan dukungan seluruh elemen masyarakat, kami optimistis GREBEK TB mampu membawa perubahan positif dalam upaya memutus rantai penularan penyakit ini. Kami berharap wilayah kerja Puskesmas Cigeulis dapat menuju kawasan yang bebas TBC,” tandas H. Endang Mulyadi.

Melalui inovasi GREBEK TB, Puskesmas Cigeulis berharap upaya pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh masyarakat demi mewujudkan Kecamatan Cigeulis yang lebih sehat dan terbebas dari ancaman TBC.
(Y’Dzat)

Berita Terkait

Komite SMK Pelita Cibitung Ajak Wali Murid Bersinergi Wujudkan Sekolah Aman dan Nyaman
Melalui Talkshow RRI Banten, Polda Banten Edukasi Masyarakat tentang Bahaya Karhutla dan Konsekuensi Hukum Pembakaran Lahan
Dari Anak Petani Menjadi Pamong Praja Muda, Kisah Inspiratif Toriq Disematkan Pangkat oleh Presiden
PLN Pastikan Tiang Listrik Bukan untuk Kabel WiFi, Hanya Iconnet yang Berizin
BPPKB Banten Perkuat Soliditas Lewat Turnamen Sepak Bola, BPPKB 98 Taklukkan Sudimanik 1-0
Biaya Berobat Jadi Kendala, Tiara Terus Berjuang Lawan Hidrosefalus
Pangdam III/Siliwangi Pastikan Kesiapan Tempur Yonkav 4/KC Lewat Latihan Senjata Berat
Sengketa Lahan Tol Serang–Panimbang Memanas, Ahli Waris Siap Turun Aksi
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:13 WIB

Komite SMK Pelita Cibitung Ajak Wali Murid Bersinergi Wujudkan Sekolah Aman dan Nyaman

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Melalui Talkshow RRI Banten, Polda Banten Edukasi Masyarakat tentang Bahaya Karhutla dan Konsekuensi Hukum Pembakaran Lahan

Senin, 3 Agustus 2026 - 07:32 WIB

Dari Anak Petani Menjadi Pamong Praja Muda, Kisah Inspiratif Toriq Disematkan Pangkat oleh Presiden

Senin, 3 Agustus 2026 - 07:29 WIB

PLN Pastikan Tiang Listrik Bukan untuk Kabel WiFi, Hanya Iconnet yang Berizin

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:27 WIB

Biaya Berobat Jadi Kendala, Tiara Terus Berjuang Lawan Hidrosefalus

Berita Terbaru