Gotong Royong Bangun Rumah Lansia, Warga Desa Mendung Buktikan Kepedulian Tak Pernah Padam

Minggu, 28 Juni 2026 - 17:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pandeglang | Radar Bansel

Semangat gotong royong masih hidup dan tumbuh di tengah masyarakat pedesaan. Hal itu ditunjukkan warga RT 002/RW 003 Kampung Cikiray, Desa Mendung, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten, yang secara swadaya membangun rumah sederhana untuk Jarti (60), seorang lansia yang selama bertahun-tahun hidup seorang diri di rumah tidak layak huni.

Pembangunan rumah tersebut dilakukan secara bergotong royong oleh puluhan warga sejak beberapa hari terakhir sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Berbagai bantuan mengalir sesuai kemampuan masing-masing warga, mulai dari uang tunai, bahan bangunan, hingga tenaga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah seorang tokoh masyarakat Kampung Cikiray, H. Usup Sukandi, mengatakan Jarti merupakan warga yang hidup sebatang kara dan selama ini menggantungkan kebutuhan sehari-harinya dari bantuan masyarakat sekitar.

“Yang menempati rumah itu tinggal sendiri, tidak punya siapa-siapa. Ibu Jarti makan juga selama ini dibantu oleh warga,” ujar H. Usup saat dikonfirmasi, Minggu (28/6/2026).

Menurutnya, kondisi rumah yang ditempati Jarti sudah sangat memprihatinkan dan nyaris roboh sehingga tidak lagi layak dihuni.

“Sudah bertahun-tahun tinggal di rumah yang kondisinya rusak berat. Karena itu masyarakat berinisiatif membangun rumah secara gotong royong dan swadaya,” katanya.

H. Usup menjelaskan, sebelumnya persoalan tersebut telah disampaikan kepada pihak terkait. Namun, bantuan pembangunan rumah belum dapat direalisasikan karena status lahan yang ditempati bukan merupakan hak milik pribadi.

“Sudah pernah dilaporkan, tetapi terkendala status lahan yang bukan milik pribadi,” jelasnya.

Tidak ingin menunggu lebih lama, warga kemudian sepakat menggalang bantuan secara swadaya. Bentuk sumbangan yang diberikan pun beragam, mulai dari uang receh, paku, kayu, bambu, hingga hasil kebun seperti pisang dan singkong.

“Semua membantu sesuai kemampuan. Ada yang menyumbang seribu atau dua ribu rupiah, ada yang membawa bahan bangunan, ada juga yang memberikan hasil kebun dan tenaga. Yang penting semua ikut berpartisipasi,” tutur H. Usup.

Ia menambahkan, meski Jarti masih memiliki keluarga, kerabat terdekatnya berada di luar Pulau Jawa sehingga selama ini kesehariannya lebih banyak bergantung pada kepedulian warga sekitar.

Pembangunan rumah tersebut melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, pengurus DKM, pemuda, hingga warga dari berbagai kalangan.

“Alhamdulillah semuanya bergerak. Tokoh masyarakat, DKM, pemuda, dan warga satu kampung hadir membantu. Inilah semangat kebersamaan yang ingin terus kami jaga,” ujarnya.

H. Usup berharap budaya gotong royong seperti ini tetap dipertahankan dan menjadi solusi ketika ada warga yang mengalami kesulitan.

“Harapan kami masyarakat tetap kompak. Kalau nanti ada warga lain yang membutuhkan bantuan, kita akan bergerak bersama lagi. Semangat saling membantu harus terus hidup di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Aksi kemanusiaan yang dilakukan warga Kampung Cikiray menjadi bukti bahwa nilai gotong royong masih mengakar kuat. Di tengah berbagai keterbatasan, kepedulian dan kebersamaan masyarakat mampu menghadirkan harapan baru bagi warga yang membutuhkan.

(Dzat)

Berita Terkait

Temuan K3 Ditindaklanjuti, PLN Tinggikan Jaringan Listrik di Margagiri
Proyek Paving Block Kampung Karet Diduga Asal Jadi, Papan Informasi Sulit Dipahami Proyek Paving Block Kampung Karet Diduga Asal Jadi, Papan Informasi Sulit Dipahami
Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Warga Ciwangun Timur Diajak Teladani Akhlak Rasulullah
Dr. Dedy DJ, Amd, SE,SH,MH,CLA Hadiri Pelantikan Pengurus DPD PERADI Profesional DKI Jakarta Usung Tema “Bermutu, Beretika dan Berkarakter”
Momentum Kemerdekaan, Camat Cibitung Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kebersamaan
AMIRA Desak Polda Banten Usut Akun TikTok yang Diduga Cemarkan Nama Baik Gubernur
Gerakan Sadar Pangan B2SA Digelar di Cibitung, Dorong Pola Konsumsi Sehat Masyarakat
Duka Mendalam, Alumni STAI Babunnajah Kenang KH Aman Syairi AS Sosok Penyayang
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 12:30 WIB

Temuan K3 Ditindaklanjuti, PLN Tinggikan Jaringan Listrik di Margagiri

Senin, 7 September 2026 - 00:30 WIB

Proyek Paving Block Kampung Karet Diduga Asal Jadi, Papan Informasi Sulit Dipahami Proyek Paving Block Kampung Karet Diduga Asal Jadi, Papan Informasi Sulit Dipahami

Senin, 31 Agustus 2026 - 23:26 WIB

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Warga Ciwangun Timur Diajak Teladani Akhlak Rasulullah

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Dr. Dedy DJ, Amd, SE,SH,MH,CLA Hadiri Pelantikan Pengurus DPD PERADI Profesional DKI Jakarta Usung Tema “Bermutu, Beretika dan Berkarakter”

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Momentum Kemerdekaan, Camat Cibitung Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kebersamaan

Berita Terbaru

Uncategorized

HKTI Kabupaten Pandeglang Periode 2026-2031 Dipimpin TB. Udi Juhdi

Sabtu, 26 Sep 2026 - 16:57 WIB