AMIRA Desak Polda Banten Usut Akun TikTok yang Diduga Cemarkan Nama Baik Gubernur

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pandeglang | Radar Bansel

Dewan Pengurus Cabang (DPC) Angkatan Muda Indonesia Raya (AMIRA) Kabupaten Pandeglang melengkapi berkas laporan pengaduan terhadap akun TikTok @wanita.pancasila di Polda Banten, Rabu (22/7/2026). Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pencemaran nama baik dan penghinaan terhadap Gubernur Banten melalui konten yang diunggah akun tersebut.

Ketua DPC AMIRA Kabupaten Pandeglang, Rohikmat, mengatakan laporan dibuat karena narasi dan visual yang ditampilkan dalam konten dinilai menyerang kehormatan serta nama baik Gubernur Banten.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami melaporkan dugaan pencemaran nama baik dan penghinaan terhadap Gubernur Banten yang merupakan pemimpin masyarakat Banten saat ini. Muatan dalam akun @wanita.pancasila kami nilai telah melampaui batas dan patut diproses sesuai ketentuan hukum,” ujar Rohikmat.

Menurutnya, salah satu konten memuat narasi “Baru Kenal Langsung Diperkosa, Akhirnya Lapor Komnas Perempuan” yang disertai foto Gubernur Banten mengenakan seragam dinas bersama dua orang perempuan yang diduga merupakan hasil rekayasa atau editan.

“Bagi kami sebagai masyarakat Banten, narasi dan visual tersebut merupakan bentuk pelecehan verbal serta tuduhan yang tidak mengedepankan asas praduga tak bersalah. Konten seperti ini berpotensi menyesatkan opini publik,” tegasnya.

Rohikmat menegaskan, laporan yang disampaikan ke Polda Banten merupakan inisiatif masyarakat yang merasa terganggu dengan konten yang dinilai menyerang pribadi kepala daerah tanpa didukung bukti yang jelas.

“Kami merasa nama baik pemimpin Banten telah dicemarkan. Karena itu kami berharap aparat penegak hukum segera menindaklanjuti laporan ini secara profesional sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

AMIRA juga berharap Polda Banten segera mengusut pemilik akun tersebut. Bahkan, apabila diperlukan, pihaknya bersama elemen masyarakat berencana menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk dukungan terhadap proses penegakan hukum.

“Kami berharap kasus ini diproses secara serius dan pelaku segera dimintai pertanggungjawaban. Insyaallah minggu depan kami bersama masyarakat akan menggelar aksi sebagai bentuk dukungan kepada Polda Banten agar perkara ini segera dituntaskan,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang masyarakat Banten yang turut menjadi saksi dalam laporan tersebut, L. Irawan, S.Ip., menyayangkan beredarnya narasi yang menurutnya belum didukung bukti dan berpotensi mencemarkan nama baik seseorang.

Menurut Irawan, dalam sistem hukum Indonesia setiap orang harus dianggap tidak bersalah sampai adanya putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

“Asas praduga tak bersalah harus dihormati. Seseorang tidak dapat diposisikan bersalah hanya berdasarkan narasi atau opini yang beredar di media sosial tanpa adanya putusan pengadilan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa ketentuan mengenai dugaan pencemaran nama baik dan fitnah telah diatur dalam peraturan perundang-undangan, sehingga setiap pihak diharapkan berhati-hati dalam menyampaikan informasi di ruang digital.

Karena itu, Irawan meminta aparat kepolisian mengusut tuntas dugaan pelanggaran tersebut sekaligus memeriksa pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab atas penyebaran konten dimaksud.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pemilik akun @wanita.pancasila terkait laporan yang telah diajukan ke Polda Banten. Radar Bansel masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak terkait guna memenuhi prinsip pemberitaan yang berimbang.
(Red)

Berita Terkait

Temuan K3 Ditindaklanjuti, PLN Tinggikan Jaringan Listrik di Margagiri
Polemik Aset BPP Cigeulis Bergulir, Korluh Saat Ini Belum Beri Penjelasan Substansi
612 KPM Margasana Terima 30 Kg Beras, Warga: Sangat Membantu di Masa Paceklik
Pemdes Banyubiru Tegaskan Bantuan Pangan Gratis, Tak Pernah Instruksikan Pungutan
Proyek Paving Block Kampung Karet Diduga Asal Jadi, Papan Informasi Sulit Dipahami Proyek Paving Block Kampung Karet Diduga Asal Jadi, Papan Informasi Sulit Dipahami
Dr. Dedy DJ, Amd, SE,SH,MH,CLA Hadiri Pelantikan Pengurus DPD PERADI Profesional DKI Jakarta Usung Tema “Bermutu, Beretika dan Berkarakter”
Momentum Kemerdekaan, Camat Cibitung Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kebersamaan
PGRI Cibitung Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Jalan Sehat dan Sambung Lirik
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 12:30 WIB

Temuan K3 Ditindaklanjuti, PLN Tinggikan Jaringan Listrik di Margagiri

Kamis, 10 September 2026 - 11:23 WIB

Polemik Aset BPP Cigeulis Bergulir, Korluh Saat Ini Belum Beri Penjelasan Substansi

Kamis, 10 September 2026 - 11:02 WIB

612 KPM Margasana Terima 30 Kg Beras, Warga: Sangat Membantu di Masa Paceklik

Senin, 7 September 2026 - 00:30 WIB

Proyek Paving Block Kampung Karet Diduga Asal Jadi, Papan Informasi Sulit Dipahami Proyek Paving Block Kampung Karet Diduga Asal Jadi, Papan Informasi Sulit Dipahami

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Dr. Dedy DJ, Amd, SE,SH,MH,CLA Hadiri Pelantikan Pengurus DPD PERADI Profesional DKI Jakarta Usung Tema “Bermutu, Beretika dan Berkarakter”

Berita Terbaru