Pandeglang | Radar Bansel
Kerusakan jembatan di ruas jalan Kabupaten Pandeglang yang berada di Kampung Gintung, Desa Kutakarang, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang, semakin dikeluhkan masyarakat. Selain membahayakan keselamatan pengguna jalan, kondisi tersebut dinilai menghambat kelancaran distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan aktivitas ekonomi warga yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Berdasarkan hasil pemantauan Radar Bansel pada Jumat (10/7/2026), bagian badan jembatan mengalami kerusakan cukup parah. Sebagian badan jembatan tampak ambles sehingga warga memasang gelondongan kayu sebagai akses darurat agar kendaraan masih dapat melintas dengan sangat hati-hati.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jembatan tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan Desa Kiarajangkung dengan Desa Kutakarang, sekaligus menjadi jalur penghubung menuju Desa Cikiruh dan Desa Malang Nengah. Setiap hari, jalan tersebut dilalui kendaraan yang mengangkut hasil pertanian, kelapa, kayu gelondongan, serta kebutuhan masyarakat lainnya.
Salah seorang warga Kampung Gintung, sebut saja Sali, berharap Pemerintah Kabupaten Pandeglang segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki jembatan tersebut sebelum terjadi kecelakaan.
“Kami berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan ini. Jalan ini setiap hari dilalui kendaraan pengangkut hasil pertanian, kayu gelondongan, dan kelapa. Kalau terus dibiarkan, kami khawatir akan membahayakan pengguna jalan dan mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Cikiruh, Endan Sutandi, mengatakan bahwa pihaknya telah berulang kali mengusulkan perbaikan ruas jalan kabupaten beserta jembatan tersebut kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
“Kami sudah mengajukan usulan ke PUPR. Bahkan tim dari PUPR Provinsi Banten juga pernah turun langsung melihat kondisi jalan dan jembatan di lapangan,” kata Endan saat ditemui di Kantor Desa Cikiruh.
Endan menjelaskan, ruas jalan kabupaten tersebut melintasi empat desa, yakni Desa Kiarajangkung, Desa Kutakarang, Desa Cikiruh, dan Desa Malang Nengah, dengan panjang sekitar delapan kilometer. Namun selama ini, menurutnya, usulan perbaikan lebih banyak diperjuangkan oleh Pemerintah Desa Cikiruh.
“Padahal jalan ini dimanfaatkan oleh empat desa. Seharusnya perjuangan mengusulkan pembangunan dilakukan bersama-sama agar penanganannya lebih cepat terealisasi. Wilayah Desa Cikiruh sendiri hanya dilintasi sekitar satu kilometer, sedangkan total ruas jalannya mencapai delapan kilometer,” jelasnya.
Ia juga mengaku memiliki dokumentasi saat mendampingi tim PUPR Provinsi Banten melakukan peninjauan lapangan sebagai bukti bahwa pemerintah desa telah berupaya memperjuangkan pembangunan infrastruktur tersebut.
Di sisi lain, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Kiarajangkung, Edi Supriadi, menyampaikan bahwa pihaknya memperoleh informasi pembangunan sebagian ruas jalan kabupaten tersebut akan segera direalisasikan.
“Insya Allah dalam waktu dekat akan mulai dibangun sekitar 2,5 kilometer. Informasinya pekerjaan tersebut sudah memasuki proses lelang, sedangkan sisa ruas jalan akan dilanjutkan secara bertahap,” ungkap Edi melalui pesan WhatsApp.
Masyarakat berharap rencana pembangunan tersebut dapat segera direalisasikan, termasuk penanganan jembatan yang mengalami kerusakan. Pasalnya, keberadaan jembatan ini merupakan infrastruktur vital yang menopang mobilitas warga serta distribusi hasil pertanian dan perkebunan di wilayah Kecamatan Cibitung. Warga juga meminta Pemerintah Kabupaten Pandeglang memberikan perhatian serius terhadap kondisi jembatan agar tidak membahayakan pengguna jalan maupun menghambat pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah selatan Pandeglang.
(Asrori NS)







Komentar
Silakan login untuk berkomentar.